Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tahun 2026 tingkat Kabupaten Jember telah sukses diselenggarakan dengan melibatkan seluruh sekolah menengah kejuruan (SMK) se-Kabupaten Jember. Ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme sesuai bidang keahlian masing-masing, khususnya pada kompetensi Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Pelaksanaan lomba untuk bidang TSM dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2026 bertempat di SMKN 2 Jember. Sementara itu, lomba bidang TKR diselenggarakan pada tanggal 10 Februari 2026 di SMKN 7 Jember. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa terbaik dari berbagai SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TSM dan MGMP TKR se-Kabupaten Jember.
Dalam pelaksanaannya, peserta diuji melalui serangkaian materi praktik dan teori yang mengukur kemampuan teknis, ketelitian kerja, serta pemahaman terhadap sistem otomotif. Kompetisi berlangsung dengan penuh semangat, sportivitas, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan prestasi yang membanggakan. Pada bidang TSM, siswa atas nama Bagus Septian berhasil meraih Juara Harapan 6. Sedangkan pada bidang TKR, siswa atas nama M. Joni Firmasyah berhasil meraih Juara Harapan 1. Capaian ini menjadi bukti nyata dari kerja keras siswa, dukungan guru pembimbing, serta peran aktif MGMP dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di bidang otomotif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Kabupaten Jember serta memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja maupun ajang kompetisi yang lebih tinggi.
Kegiatan jalan sehat yang dilakukan oleh SMKS Berdikari:
Kegiatan jalan sehat yang dilakukan oleh SMKS Berdikari:
Kegiatan jalan sehat merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh SMKS Berdikari setiap hari Kamis pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan rute sejauh 3 km mengelilingi kampung di daerah Patrang. Rute yang dipilih tidak hanya memberikan tantangan fisik, tetapi juga menghadirkan suasana pedesaan yang asri dan menyejukkan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kebugaran siswa, serta membentuk gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik yang teratur. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap penggunaan gawai (HP) yang berlebihan, yang sering kali berdampak negatif pada kesehatan mental dan kemampuan sosial mereka.
Tak hanya itu, jalan sehat ini juga memiliki tujuan sosial, yaitu melatih siswa untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Dengan melewati permukiman warga, siswa diajak untuk menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat umum, sehingga terbentuk sikap ramah, sopan, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Melalui kegiatan jalan sehat ini, SMKS Berdikari berharap siswa tidak hanya menjadi pribadi yang sehat secara fisik, tetapi juga aktif secara sosial dan mampu menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.
Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIKMEN 2025 tingkat Kabupaten Jember
Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIKMEN 2025 tingkat Kabupaten Jember merupakan sebuah ajang bergengsi yang diadakan untuk menguji keterampilan dan pengetahuan para siswa SMK di berbagai jurusan, termasuk Teknik Sepeda Motor (TSM). Lomba ini bertujuan untuk mendorong para siswa untuk menunjukkan kompetensi terbaik mereka dalam bidang yang relevan dengan dunia industri, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkompetisi dan mendapatkan pengakuan atas keahlian yang dimiliki.
Pada ajang LKS DIKMEN 2025 tingkat Kabupaten Jember, Muhammad Arif Fabian M.A, siswa dari SMK Berdikari Jember, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam jurusan TSM. Prestasi ini menunjukkan kemampuan Arif dalam menguasai berbagai aspek teknis yang berkaitan dengan sepeda motor, termasuk perawatan, perbaikan, dan modifikasi kendaraan bermotor.
Keberhasilan Arif ini tidak hanya mencerminkan keterampilan teknis yang dimilikinya, tetapi juga dedikasi dan semangat yang tinggi dalam mengembangkan diri di bidang yang dipilih. Meskipun berada di posisi Harapan 2, prestasi ini sangat berarti dan memberikan motivasi untuk terus berusaha mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.
Selamat kepada Muhammad Arif Fabian M.A atas prestasinya yang luar biasa ini, dan semoga dapat menjadi inspirasi yang baik bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi di bidang keahlian mereka masing-masing.
Siapa yang tidak kenal dengan istilah smartphone?! Smartphone adalah sebuah handphone yang dirancang sedemikian rupa sebagai pemenuhan kebutuhan manusia, handpnone ini tidak hanya untuk menelpon dan berkirim pesan, namun memiliki beberapa fitur lebih terutama pendukung dalam akses internet yang semakin mudah dan cepat. Tidak heran handphone ini diberi nama Smartphone (Telephone Cerdas).
SMK Berdikari Jember, telah memanfaatkan smartphone sebagai media ujian/ulangan, merujuk dari kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan oleh Pemerintah, meskipun masih harus menggunakan perangkat komputer, bukan menggunakan smartphone. Selain itu, pemanfaatan tersebut adalah dalam rangka membiasakan peserta didik untuk melaksanakan ujian/ulangan menggunakan metode CBT (Computer Basic Test), Ujian Berbasis Komputer. Dengan menggunakan smartphone maka peserta didik dapat mengikutinya semua kegiatan tanpa harus menunggu bergantian jika menggunakan perangkat komputer yang tidak dapat memenuhi sesuai jumlah peserta didik.
SMK Berdikari Jember, sudah memasuki tahun keempat melaksanakan ujian/ulangan berbasis komputer menggunakan smartphone tersebut, mulai dengan penilaian harian, penilaian semester hingga penilaian dalam rangka kenaikan kelas.
Selain untuk penilaian, para Guru sudah memanfaatkan untuk pembelajaran, bahasa kerennya e-Learning, yang memanfaatkan jaringan internet sekolah, dimana jaringan (Network dan Internet) sekolah sudah dipersiapkan untuk 2 (dua) network/jaringan, yaitu yang dinamai e-Learning digunakan untuk pelaksanaan e-Learning dan penggunaan CBT, dimana akses internet hanya dibuka untuk Guru sedangkan peserta didik tidak dapat sehingga fokus mengikuti kegiatan yang dioperatori oleh Guru yang bersangkutan, sedangkan yang dinamai Berdikari Hotspot digunakan untuk mengakses internet, meski dengan pembatasan-pembatasan peserta didik dapat mengakses internet.